Mengubah Ide Menjadi Prestasi: Mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo Raih Juara 1 Kompetisi Startup Digital PTKI II Tahun 2026
Prestasi kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang. Kali ini, tiga mahasiswa terbaik berhasil mengharumkan nama universitas dengan meraih Juara 1 pada Lomba The Entrepreneurial Creator Sub-tema Business Plan Startup Digital dalam ajang Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) II Tahun 2026. Tim yang terdiri atas Afrizal Anwar Zulfani, Fa’iq Muhammad Saputra, dan Nasyith Fahmy Ubaidillah berhasil mengungguli berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia melalui gagasan startup digital yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki nilai kebermanfaatan yang tinggi bagi masyarakat.
Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo mampu bersaing di tingkat nasional melalui kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta keberanian menghadirkan solusi digital yang menjawab berbagai tantangan zaman. Di tengah derasnya arus transformasi digital, kemenangan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pencipta inovasi yang memiliki dampak nyata.

Momentum ini sekaligus menjadi tamparan positif bagi seluruh mahasiswa Teknologi Informasi. Tidak ada lagi alasan untuk hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Dunia digital saat ini membutuhkan lebih banyak inovator dibanding sekadar pengguna aplikasi. Kampus telah menyediakan ruang belajar, dosen yang siap membimbing, laboratorium yang terus berkembang, serta berbagai program penguatan kompetensi. Tinggal satu hal yang harus dimiliki setiap mahasiswa: keberanian untuk memulai. Prestasi tidak lahir dari kenyamanan, tetapi dari keberanian keluar dari zona aman, mencoba, gagal, bangkit, dan terus berproses hingga menghasilkan karya yang diakui.
Keberhasilan tim juara ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gelombang prestasi baru dari mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo. Setiap mahasiswa memiliki peluang yang sama untuk berdiri di podium juara apabila mampu mengubah ide menjadi karya, pengetahuan menjadi inovasi, dan mimpi menjadi aksi nyata. Sudah saatnya mahasiswa Teknologi Informasi membangun mental sebagai problem solver, digital entrepreneur, software developer, AI engineer, data scientist, cybersecurity specialist, maupun technopreneur yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan dunia. Jangan biarkan kesempatan berlalu hanya karena merasa belum cukup hebat. Kompetensi dibangun melalui proses, sedangkan prestasi diperoleh oleh mereka yang berani mengambil kesempatan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. H. Fatah Syukur, M.Ag., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian luar biasa tersebut. Menurut beliau, prestasi mahasiswa merupakan indikator bahwa budaya akademik, inovasi, dan kolaborasi yang terus dikembangkan di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi mulai menunjukkan hasil yang membanggakan. Beliau menegaskan bahwa kemenangan ini harus menjadi energi kolektif bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas diri. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FST mampu bersaing secara nasional melalui inovasi dan kerja keras. Saya berharap capaian ini tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi inspirasi yang melahirkan lebih banyak inovator, peneliti, dan technopreneur muda dari UIN Walisongo. Teruslah berkarya, jangan pernah takut bermimpi besar, karena masa depan bangsa membutuhkan generasi yang mampu memimpin perubahan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkap beliau.
Ketua Program Studi Teknologi Informasi, Dr. Khothibul Umam, M.Kom., menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Teknologi Informasi memiliki potensi yang sangat besar apabila mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia. Beliau mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan prestasi ini sebagai pemantik semangat, bukan sekadar bahan apresiasi. “Saya ingin seluruh mahasiswa Teknologi Informasi memiliki keyakinan bahwa mereka juga mampu berdiri di panggung yang sama. Jangan hanya puas menjadi peserta perkuliahan, tetapi jadilah pencipta solusi. Bangun portofolio, ikuti kompetisi, lakukan riset, ciptakan produk digital, dan buktikan bahwa mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo mampu menjadi pemain utama dalam transformasi digital Indonesia. Kampus akan selalu hadir mendampingi setiap langkah kalian untuk bertumbuh dan berprestasi.”
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Program Studi Teknologi Informasi, Hery Mustofa, M.Kom., mengajak seluruh mahasiswa untuk membangun budaya kompetitif yang sehat melalui kolaborasi dan konsistensi dalam belajar. Menurutnya, kemenangan tim ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin, komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. “Jangan pernah merasa bahwa prestasi hanya milik mahasiswa tertentu. Semua memiliki kesempatan yang sama selama memiliki komitmen untuk terus berkembang. Jadikan setiap mata kuliah sebagai bekal membangun karya, jadikan setiap tugas sebagai latihan menghasilkan solusi, dan jadikan setiap kompetisi sebagai ruang pembuktian kemampuan. Kami ingin melihat semakin banyak mahasiswa Teknologi Informasi yang berani tampil, berani mencoba, dan berani membawa nama UIN Walisongo ke tingkat nasional bahkan internasional.”
Prestasi yang diraih pada Kompetisi Sains dan Teknologi PTKI II Tahun 2026 ini menjadi pengingat bahwa masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang paling banyak menunggu, tetapi oleh mereka yang paling siap menciptakan perubahan. Hari ini tiga mahasiswa telah membuktikan bahwa karya mampu berbicara lebih lantang daripada keraguan. Besok, giliran mahasiswa Teknologi Informasi lainnya yang harus mengambil estafet prestasi. Saatnya bangkit, saatnya berkarya, saatnya menunjukkan bahwa mahasiswa Teknologi Informasi UIN Walisongo Semarang bukan hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi pelopor lahirnya inovasi digital yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Karena pada akhirnya, sejarah tidak ditulis oleh mereka yang hanya menyaksikan, melainkan oleh mereka yang berani bertindak dan menciptakan perubahan.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!