Sekprodi Teknologi Informasi UIN Walisongo Jadi Pembicara di Malaysia, Perkuat Kiprah Internasional dalam Pengembangan Agentic AI
Semarang, 4 Agustus 2026 – Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Salah satu dosen terbaiknya, Hery Mustofa, M.Kom., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Teknologi Informasi, dipercaya menjadi pembicara pada International Guest Lecture Series yang diselenggarakan oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Kepercayaan dari salah satu universitas teknologi terkemuka di Malaysia tersebut menjadi bukti bahwa kapasitas akademik dosen Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Dalam forum akademik yang berlangsung pada Selasa (4/8) di Bilik Mesyuarat Utama, Perpustakaan Tunku Tun Aminah, UTHM, Hery Mustofa membawakan materi bertajuk “An Agentic AI Architecture Based on the Model Context Protocol (MCP) for Smart Campus Service Integration and Orchestration.” Materi tersebut mengupas konsep Agentic Artificial Intelligence, sebuah pendekatan mutakhir yang memungkinkan agen-agen AI bekerja secara otonom, kolaboratif, dan kontekstual untuk mengintegrasikan berbagai layanan kampus ke dalam ekosistem Smart Campus yang lebih cerdas, adaptif, dan efisien. Topik ini menjadi salah satu isu strategis yang tengah berkembang pesat dalam dunia teknologi global seiring meningkatnya pemanfaatan AI Agent di berbagai sektor.
Keikutsertaan dosen Program Studi Teknologi Informasi sebagai pembicara pada forum internasional bukan sekadar representasi individu, melainkan cerminan meningkatnya reputasi akademik program studi dalam bidang kecerdasan artifisial, transformasi digital, dan rekayasa perangkat lunak. Hal ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas kolaborasi internasional, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan era digital.
Ketua Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo Semarang, Dr. Khothibul Umam, M.Kom., menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan oleh UTHM merupakan hasil dari konsistensi Program Studi Teknologi Informasi dalam membangun budaya akademik yang produktif, inovatif, dan berorientasi global. Menurutnya, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa dosen-dosen Program Studi Teknologi Informasi tidak hanya aktif mengajar dan meneliti, tetapi juga mampu menjadi rujukan dalam forum akademik internasional. “Kami memandang internasionalisasi bukan hanya sebagai kehadiran di forum luar negeri, tetapi sebagai upaya nyata membangun kolaborasi global, meningkatkan kualitas riset, serta memperkenalkan kapasitas akademik Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo kepada komunitas internasional. Kepercayaan yang diberikan kepada Bapak Hery Mustofa merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghasilkan karya-karya yang berdampak,” ujarnya.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keterlibatan dosen FST sebagai pembicara di universitas luar negeri merupakan indikator semakin meningkatnya daya saing akademik fakultas di tingkat internasional. “Kami terus mendorong dosen untuk aktif membangun jejaring global melalui kolaborasi pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Kepercayaan yang diberikan oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia kepada dosen Program Studi Teknologi Informasi merupakan pengakuan atas kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo. Semoga momentum ini menjadi pintu masuk bagi lahirnya kolaborasi riset, publikasi internasional, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai kerja sama strategis lainnya,” ungkapnya.
Kegiatan International Guest Lecture Series ini juga menghadirkan dua akademisi UIN Walisongo lainnya, yaitu Asri Febriana, M.Si. dari Program Studi Biologi dengan topik “Beyond DNA Barcoding: Molecular Approaches to Understanding Tropical Biodiversity and Evolution” serta Dinni Rahma Oktaviani, M.Si. dari Program Studi Matematika yang membawakan materi “Fuzzy Algebra: From Theory to Decision Making.” Kehadiran para akademisi dari berbagai disiplin ilmu tersebut menunjukkan kekuatan UIN Walisongo dalam menghadirkan kontribusi keilmuan yang beragam pada forum internasional.

Partisipasi Program Studi Teknologi Informasi dalam forum akademik internasional ini semakin mengukuhkan langkah UIN Walisongo Semarang dalam memperluas jejaring global sekaligus mempertegas komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi digital yang berdaya saing internasional. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial, Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo terus berupaya melahirkan riset, inovasi, dan lulusan yang mampu memberikan solusi bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap kemajuan teknologi di tingkat nasional maupun global.
Dengan kepercayaan yang terus berdatangan dari berbagai institusi luar negeri, Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo optimistis akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu program studi yang unggul dalam pengembangan teknologi informasi berbasis riset dan kolaborasi internasional, sekaligus menjadi representasi Indonesia dalam percaturan akademik di tingkat ASEAN dan dunia.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!