International Guest Lecture Prodi TI UIN Walisongo Soroti Strategi Mencetak Talenta Digital Berdaya Saing Global di Era AI

Semarang – Bagaimana perguruan tinggi dapat menyiapkan lulusan yang tetap relevan ketika Artificial Intelligence (AI) berkembang lebih cepat daripada perubahan kurikulum? Pertanyaan itulah yang menjadi benang merah International Guest Lecture yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo Semarang dengan menghadirkan akademisi International Islamic University Malaysia (IIUM), Ir. Dwi Pebrianti, Ph.D., Eng.Tech., SMIEEE, IPU, ASEAN Eng., pada September 2026.

Pemilihan tema “Preparing the Next Generation of Digital Talent in the AI Era” berangkat dari kenyataan bahwa perkembangan AI telah mengubah lanskap dunia kerja, pendidikan, dan industri. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap kompetensi seperti AI, big data, cybersecurity, dan analitik data, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mengajarkan teknologi terbaru, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi data, serta etika dalam penggunaan teknologi.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Menurutnya, mahasiswa perlu memperoleh akses terhadap perspektif global agar mampu memahami dinamika perkembangan teknologi yang semakin kompleks tanpa kehilangan orientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Artificial Intelligence telah menjadi bagian dari perubahan besar dalam kehidupan manusia. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab sosial dalam memanfaatkan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat.”

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri menjadi salah satu strategi penting untuk memperkaya pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperluas jejaring riset dan inovasi di tingkat internasional.

Ketua Program Studi Teknologi Informasi FST UIN Walisongo, Dr. Khothibul Umam, M.Kom., menyampaikan bahwa penyelenggaraan International Guest Lecture merupakan bagian dari langkah strategis program studi dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Menurutnya, tantangan pendidikan Teknologi Informasi saat ini bukan sekadar menambahkan mata kuliah AI ke dalam kurikulum, melainkan memastikan bahwa mahasiswa memiliki fondasi kompetensi yang kuat sehingga mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang terus berlangsung.

“Kami ingin mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Berinteraksi langsung dengan akademisi internasional akan memperkaya wawasan, membuka jejaring kolaborasi, serta memperkuat kesiapan mereka menghadapi dunia profesional yang semakin dipengaruhi oleh Artificial Intelligence.”

Dalam sesi utama, Ir. Dwi Pebrianti memaparkan bahwa digital talent bukanlah satu keterampilan tunggal, melainkan rangkaian kemampuan yang saling terhubung. Ia memperkenalkan konsep capability stack yang terdiri atas kemampuan merumuskan masalah (problem framing), literasi data, computational thinking, keterampilan AI dan machine learning, integrasi sistem, serta pertimbangan etika sebelum teknologi diterapkan dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, banyak orang menganggap penguasaan AI cukup dengan menguasai satu aplikasi, padahal kemampuan yang paling dibutuhkan industri adalah kemampuan menyelesaikan persoalan nyata melalui integrasi berbagai komponen teknologi.

“Digital talent is a capability stack, not a single software skill.”

Untuk membangun kompetensi tersebut, narasumber memperkenalkan konsep AI Learning Ladder, yaitu tahapan pembelajaran yang dimulai dari memahami kemampuan dan keterbatasan AI, menggunakan AI dalam bidang tertentu, membangun sistem berbasis AI, hingga mengintegrasikan seluruh kemampuan tersebut untuk menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Selain membahas pengembangan kompetensi, narasumber juga memberikan pemahaman penting bahwa tidak semua teknologi digital adalah Artificial Intelligence. Ia membedakan sistem berbasis aturan (rule-based programming), machine learning, dan sistem AI yang menggabungkan persepsi, pembelajaran, penalaran, serta pengambilan keputusan.

Melalui studi kasus pengembangan drone otonom di IIUM, peserta diperlihatkan bagaimana sistem cerdas dibangun melalui integrasi sensor, data, algoritma, sistem kontrol, validasi lapangan, hingga pertimbangan keselamatan. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa AI harus dipahami sebagai bagian dari rekayasa sistem yang utuh, bukan sebagai solusi instan bagi setiap persoalan teknologi.

Narasumber juga membagikan pengalaman penerapan Project-Based Learning (PBL) di IIUM yang mengintegrasikan teori, eksperimen, simulasi, dan evaluasi dalam satu proses pembelajaran. Mahasiswa dilibatkan dalam pengembangan berbagai proyek nyata, mulai dari sistem pemantauan tekanan dan aliran, smart oven berbasis sensor, deteksi getaran, hingga proyek robotika dan drone yang menjadi bagian dari perjalanan riset IIUM. Pendekatan tersebut dinilai efektif karena menghasilkan bukti kompetensi mahasiswa melalui portofolio proyek yang tervalidasi, bukan sekadar nilai akademik atau sertifikat penggunaan perangkat lunak.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang dipandu oleh Hadi Subowo, M.T.I. Berbagai pertanyaan peserta mengangkat isu mengenai strategi membangun portofolio mahasiswa di era AI, implementasi pembelajaran berbasis proyek, hingga pengembangan kurikulum yang tetap relevan menghadapi perubahan teknologi dalam jangka panjang.

Melalui penyelenggaraan International Guest Lecture ini, Program Studi Teknologi Informasi UIN Walisongo Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lulusan yang tidak hanya siap menghadapi revolusi Artificial Intelligence, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi digital yang bertanggung jawab, berdaya saing global, dan selaras dengan paradigma Unity of Sciences sebagai identitas keilmuan UIN Walisongo Semarang.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *